Langsung ke konten utama

Penghasil Jenis Kopi Spesial Indonesia

Kopimat.com - Mengapa disebut jenis kopi spesial Indonesia? Karena pohon kopi yang menghasilkan buah kopi tersebut hanya spesial tumbuh di daerah tertentu di Indonesia dan tidak ada di tempat lain. Secara umum hal ini disebut Indikasi Geografis yang memiliki karakteristik tertentu baik karena faktor alam atau faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Ketetapan Indikasi Geografis Kopi diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau suatu jenis kopi yang dihasilkan pada suatu daerah. Hal ini menjadikan kopi suatu daerah menjadi kopi spesialti Indonesia.

Perbedaan yang telah dinilai dalam penilaian Indikasi Geografis inilah yang menjadikan suatu produk kopi menjadi kopi spesial Indonesia dari daerah tertentu.

Pulau Sumatera penghasil jenis kopi spesial terbanyak di Indonesia
gambar peta Penghasil Jenis Kopi Spesial Indonesia

Tentang Indikasi Geografis

Secara definisi, Indikasi Geografis adalah suatu tanda khusus tertentu yang menunjukkan daerah asal suatu produk dimana tanda khusus itu dapat disebabkan oleh faktor lingkungan geografisnya, baik faktor alam atau faktor manusia maupun kombinasi kedua faktor yang mempengaruhi reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu yang khusus pada hasil produk.

Hak atas Indikasi Geografis adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada pemegang hak Indikasi Geografis yang terdaftar untuk perlindungan hukum atas produk dan karakteristik produk selama pemegang hak tetap menjaga reputasi, kualitas, dan karakteristik produk yang menjadi dasar diberikannya hak atas Indikasi Geografis.

Apa saja yang dapat ditetapkan dalam Indikasi Geografis? Ada tiga hal yang dapat ditetapkan dalam produk Indikasi Geografis :

  1. Sumber Daya Alam
  2. Barang Kerajinan Tangan
  3. Hasil Industri


Indikasi Geografis dapat diajukan oleh lembaga yang mewakili masyarakat yang berada di kawasan geografis tertentu yang diajukan Indikasi Geografisnya dan mengusahakan suatu barang dan/atau produk.

Pemakai Indikasi Geografis adalah pihak yang diberi izin oleh pemegang Hak atas Indikasi Geografis yang terdaftar untuk melakukan kegiatan mengolah dan/atau memasarkan barang dan/atau produk Indikasi Geografis.

Di dunia internasional, perlindungan kekayaan intelektual baik "Sebutan Asal" maupun "Indikasi Geografis" mengacu kepada Lisbon System.

The Lisbon System adalah sistem pendaftaran "Sebutan Asal" dan "Indikasi Geografis" yang digunakan sebagai perlindungan hukum dengan penilaian ketetapan tertentu.

The Lisbon System memiliki nama lengkap yaitu The Lisbon Agreement for the Protection of Appellations of Origin and their International Registration, merupakan kesepakatan banyak negara yang bernaung dibawah World Intellectual Property Organization (WIPO) sebagai suatu organisasi dibawah United Nations (Persatuan Bangsa Bangsa). Kesepatan Lisabon atau Lisbon System ditandatangi di Lisbon - Portugal pada 31 Oktober 1958.

Kesepakatan Lisbon ini telah beberapa kali diperbaharui mulai dari Stockholm Act pada 14 Juli 1967, dan Geneva Act pada 21 Mei 2015. Walaupun telah diperbaharui beberapa kali, tetapi sistem ini tetap dinamakan The Lisbon System yang disepakati untuk perlindungan hukum bagi produk-produk dengan Sebutan Asal dan Indikasi Geografis. Indonesia telah menjadi negara anggota WIPO sejak tahun 1979 dan juga menerapkan Lisbon System.

Sistem yang digunakan untuk penyebutan merek dagang (brand/trademark) adalah The Madrid System dibawah naungan WIPO, dan Indonesia menjadi negara anggota ke 100 untuk sistem ini pada tahun 2017.

Sebagai tambahan, WIPO mengelola perlindungan hak. Untuk perlindungan hak desain akan berada dalam naungan The Hague System, sedangkan hak paten biologi dinaungi dalam The Budapest System.

Manfaat Perlindungan Indikasi Geografis

Dengan ditetapkannya suatu produk memiliki Indikasi Geografis, jelas akan memberikan ciri khas tertentu. Kopi Flores Bajawa tidak akan dapat diproduksi di Riau walaupun jenis kopi Arabika yang digunakan sama.

Ini manfaat Indikasi Geografis

  1. memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standar produksi dan proses diantara para pemangku kepentingan Indikasi Geografis;
  2. memberi perlindungan hukum kepada produsen dan menghindari peniruan produk;
  3. menghindari praktek persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dari penyalahgunaan reputasi Indikasi Geografis;
  4. menjamin kualitas produk Indikasi Geografis sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen;
  5. membina produsen lokal, mendukung koordinasi, dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan, dan memperkuat citra nama dan reputasi produk;
  6. meningkatnya produksi dikarenakan di dalam Indikasi Geografis dijelaskan dengan rinci tentang produk berkarakater khas dan unik;
  7. reputasi suatu kawasan Indikasi Geografis akan ikut terangkat, selain itu Indikasi Geografis juga dapat melestarikan keindahan alam, pengetahuan tradisional, serta sumberdaya hayati, hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan agrowisata.


Jangka Waktu Perlindungan Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan HAM RI adalah tanpa batas selama terjaganya reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar diberikannya pelindungan Indikasi Geografis pada suatu barang. Jika terjadi perubahan, maka ketetapan Indikasi Geografis akan berakhir.

Jenis Kopi Spesialti Indonesia

Jadi, di Indonesia sampai saat ini telah ditetapkan Indikasi Geografis sebanyak 32 Jenis Kopi dari berbagai daerah provinsi. Hal ini menunjukkan jenis dan grade kopi ini spesial dan tidak tumbuh dan tidak diproduksi ditempat lain.

Perbedaan atas Faktor Penilaian Indikasi Geografis dilihat dari tempat tumbuhnya pohon kopi, jenis kopi, proses pemanenan, proses pengolahan buah kopi menjadi biji kopi, proses sangrai, maupun proses penggilingan akan membedakan setiap jenis kopi suatu daerah.

Masing-masing jenis kopi ini bercirikan yang tidak sama dengan jenis kopi daerah lain. Ada hal penilaian Indikasi Geografis tertentu, selain yang telah disebutkan di atas, yang akan membedakan antar jenis kopi misalnya dari rasa, bentuk, besar, warna ataupun dari jenis pohon kopi yang ditanam, karakter tanah dan lain sebagainya.

Kopi Arabika Bali tidak akan pernah sama dengan Kopi Arabika Gayo walaupun sama-sama dari jenis kopi Arabika.

Kopi Liberika Meranti Riau tidak akan pernah sama dengan jenis Kopi Liberika Tungkal Jambi, walaupun sama-sama dari jenis kopi Liberika dan ditanam pada karekter tanah yang sama yaitu tanah gambut di daerah pesisir Sumatera.

Apalagi jika memang jenis tumbuhan kopi yang berbeda. Kopi Arabika yang ditanam di daerah pegunungan Bukit Barisan Sumatera tidak akan sama dengan Kopi Robusta yang ditanam di dekatnya, apalagi jika dibandingkan dengan Kopi Liberika.

Ciri-ciri kopi spesial masing-masing daerah di Indonesia akan berbeda-beda dan memiliki penikmat yang berbeda pula pangsa pasarnya.

Inilah 32 Jenis Kopi Spesial Indonesia Berdasarkan Ketetapan Indikasi Geografis

Berdasarkan ketetapan Indikasi Geografis, inilah daftar daerah penghasil jenis kopi spesialti Indonesia, tahun ditetapkan, nomor ketetapan paten dan asal provinsi. Kami Kopimat membagi atas 3 jenis daftar yaitu Daftar Berdasarkan Jenis Kopi, Daftar Berdasarkan Tahun Ketetapan, dan Daftar Menurut Pulau, Wilayah dan Daerah Provinsi Penghasil Kopi.

Catatan rekor masih dipegang oleh Pulau Sumatera dengan 17 jenis kopi spesial, diikuti Pulau Jawa yang menghasilkan 6 jenis kopi spesial Indonesia. Provinsi terbesar yang menghasilkan jenis kopi spesial adalah Sumatera Utara dengan 7 jenis kopi spesial asal Sumatera Utara. Sedangkan Pulau Kalimantan dan provinsinya belum satupun tercatat menghasilkan kopi spesialti. Demikian juga dengan Maluku dan sekitarnya.

Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Berdasarkan Jenis Kopi

KOPI ARABIKA (17 IG)
Kopi Arabika Kintamani Bali (2008 IDG 00001) Bali
Kopi Arabika Gayo (2010 IDG 00006) Aceh
Kopi Arabika Flores Bajawa (2012 IDG 00014) Nusa Tenggara Timur
Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2013 IDG 00018) Sulawesi Selatan
Kopi Arabika Java Preanger (2013 IDG 00022) Jawa Barat
Kopi Arabika Java Ijen Raung (2013 IDG 00023) Jawa Timur
Kopi Arabika Toraja (2013 IDG 00025) Sulawesi Selatan
Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing (2014 IDG 0030) Jawa Tengah
Kopi Arabika Sumatera Simalungun (2015 IDG 00031) Sumatera Utara
Kopi Arabika Sumatera Mandailing (2016 IDG 00048) Sumatera Utara
Kopi Arabika Sumatera Koerintji (2017 IDG 00058) Jambi
Kopi Arabika Sumatera Lintong (2017 IDG 00063) Sumatera Utara
Kopi Arabika Flores Manggarai (2018 IDG 00065) Nusa Tenggara Timur
Kopi Arabika Sipirok (2020 IDG 00066) Sumatera Utara
Kopi Arabika Pulo Samosir (2020 IDG 00067) Sumatera Utara
Kopi Arabika Tanah Karo (2020 IDG 00086) Sumatera Utara
Kopi Arabika Baliem Wamena (2020 IDG 00083) Papua

KOPI ROBUSTA (13 IG)
Kopi Robusta Lampung (2014 IDG 00026) Lampung
Kopi Robusta Semendo (2015 IDG 00035) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Temanggung (2016 IDG 00053) Jawa Tengah
Kopi Robusta Empat Lawang (2017 IDG 00055) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Pinogu Gorontalo (2017 IDG 00059) Sulawesi Utara
Kopi Robusta Pupuan Bali (2017 IDG 00060) Bali
Kopi Robusta Tambora (2017 IDG 00062) Nusa Tenggara Barat
Kopi Robusta Rejang Lebong Bengkulu (2019 IDG 00087) Bengkulu
Kopi Robusta Kepahiang (2020 IDG 00072) Bengkulu
Kopi Robusta Sidikalang (2020 IDG 00078) Sumatera Utara
Kopi Robusta Java Bogor (2020 IDG 00080) Jawa Barat
Kopi Robusta Pasuruan (2020 IDG 00084) Jawa Timur
Kopi Robusta Pagar Alam (2020 IDG 00097) Sumatera Selatan

KOPI LIBERICA (2 IG)
Kopi Liberika Tungkal Jambi (2013 IDG 00032) Jambi
Kopi Liberica Rangsang Meranti (2016 IDG 00041) Riau


Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Berdasarkan Tahun Diterbitkan Sertifikat

2008
Kopi Arabika Kintamani Bali (2008 IDG 00001) Bali

2010
Kopi Arabika Gayo (2010 IDG 00006) Aceh

2012
Kopi Arabika Flores Bajawa (2012 IDG 00014) Nusa Tenggara Timur

2013
Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2013 IDG 00018) Sulawesi Selatan
Kopi Arabika Java Preanger (2013 IDG 00022) Jawa Barat
Kopi Arabika Java Ijen Raung (2013 IDG 00023) Jawa Timur
Kopi Arabika Toraja (2013 IDG 00025) Sulawesi Selatan
Kopi Liberika Tungkal Jambi (2013 IDG 00032) Jambi

2014
Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing (2014 IDG 0030) Jawa Tengah
Kopi Robusta Lampung (2014 IDG 00026) Lampung

2015
Kopi Arabika Sumatera Simalungun (2015 IDG 00031) Sumatera Utara
Kopi Robusta Semendo (2015 IDG 00035) Sumatera Selatan

2016
Kopi Arabika Sumatera Mandailing (2016 IDG 00048) Sumatera Utara
Kopi Robusta Temanggung (2016 IDG 00053) Jawa Tengah
Kopi Liberica Rangsang Meranti (2016 IDG 00041) Riau

2017
Kopi Arabika Sumatera Koerintji (2017 IDG 00058) Jambi
Kopi Arabika Sumatera Lintong (2017 IDG 00063) Sumatera Utara
Kopi Robusta Empat Lawang (2017 IDG 00055) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Pinogu Gorontalo (2017 IDG 00059) Sulawesi Utara
Kopi Robusta Pupuan Bali (2017 IDG 00060) Bali
Kopi Robusta Tambora (2017 IDG 00062) Nusa Tenggara Barat

2018
Kopi Arabika Flores Manggarai (2018 IDG 00065) Nusa Tenggara Timur

2019
Kopi Robusta Rejang Lebong Bengkulu (2019 IDG 00087) Bengkulu

2020
Kopi Arabika Sipirok (2020 IDG 00066) Sumatera Utara
Kopi Arabika Pulo Samosir (2020 IDG 00067) Sumatera Utara
Kopi Arabika Tanah Karo (2020 IDG 00086) Sumatera Utara
Kopi Arabika Baliem Wamena (2020 IDG 00083) Papua
Kopi Robusta Kepahiang (2020 IDG 00072) Bengkulu
Kopi Robusta Sidikalang (2020 IDG 00078) Sumatera Utara
Kopi Robusta Java Bogor (2020 IDG 00080) Jawa Barat
Kopi Robusta Pasuruan (2020 IDG 00084) Jawa Timur
Kopi Robusta Pagar Alam (2020 IDG 00097) Sumatera Selatan

Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Berdasarkan Provinsi

SUMATERA 17 Jenis Kopi
Kopi Arabika Gayo (2010 IDG 00006) Aceh
Kopi Arabika Sumatera Simalungun (2015 IDG 00031) Sumatera Utara
Kopi Arabika Sumatera Mandailing (2016 IDG 00048) Sumatera Utara
Kopi Arabika Sumatera Lintong (2017 IDG 00063) Sumatera Utara
Kopi Arabika Sipirok (2020 IDG 00066) Sumatera Utara
Kopi Arabika Pulo Samosir (2020 IDG 00067) Sumatera Utara
Kopi Arabika Tanah Karo (2020 IDG 00086) Sumatera Utara
Kopi Robusta Sidikalang (2020 IDG 00078) Sumatera Utara
Kopi Liberica Rangsang Meranti (2016 IDG 00041) Riau
Kopi Liberika Tungkal Jambi (2013 IDG 00032) Jambi
Kopi Arabika Sumatera Koerintji (2017 IDG 00058) Jambi
Kopi Robusta Rejang Lebong Bengkulu (2019 IDG 00087) Bengkulu
Kopi Robusta Kepahiang (2020 IDG 00072) Bengkulu
Kopi Robusta Semendo (2015 IDG 00035) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Empat Lawang (2017 IDG 00055) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Pagar Alam (2020 IDG 00097) Sumatera Selatan
Kopi Robusta Lampung (2014 IDG 00026) Lampung

JAWA 6 Jenis Kopi
Kopi Arabika Java Preanger (2013 IDG 00022) Jawa Barat
Kopi Robusta Java Bogor (2020 IDG 00080) Jawa Barat
Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing (2014 IDG 0030) Jawa Tengah
Kopi Robusta Temanggung (2016 IDG 00053) Jawa Tengah
Kopi Arabika Java Ijen Raung (2013 IDG 00023) Jawa Timur
Kopi Robusta Pasuruan (2020 IDG 00084) Jawa Timur

BALI dan NUSA TENGGARA 5 Jenis Kopi
Kopi Arabika Kintamani Bali (2008 IDG 00001) Bali
Kopi Robusta Pupuan Bali (2017 IDG 00060) Bali
Kopi Robusta Tambora (2017 IDG 00062) Nusa Tenggara Barat
Kopi Arabika Flores Bajawa (2012 IDG 00014) Nusa Tenggara Timur
Kopi Arabika Flores Manggarai (2018 IDG 00065) Nusa Tenggara Timur

SULAWESI 3 Jenis Kopi
Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2013 IDG 00018) Sulawesi Selatan
Kopi Arabika Toraja (2013 IDG 00025) Sulawesi Selatan
Kopi Robusta Pinogu Gorontalo (2017 IDG 00059) Sulawesi Utara

PAPUA 1 Jenis Kopi
Kopi Arabika Baliem Wamena (2020 IDG 00083) Papua

Jenis Kopi Spesial Indonesia berdasarkan Indikasi Geografis yang tumbuh didaerah tertentu dan sedang diusulkan Ketetapan Indikasi Geografis ke KemenkumHAM RI :
Kopi Arabika Minahasa Koya (Sulawesi Utara)
Kopi Robusta Mandar (Sulawesi Barat)
Kopi Arabika Papua Dogiyai (Papua)
Kopi Arabika Sungai Penuh (Jambi)
Kopi Arabika Minang Solok (Sumatera Barat)
Kopi Arabika Anggi Pegunungan Arfak (Papua Barat)


Sumber :
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia
dgip.go.id
Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 8-9,
Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia

World Intelectual Property Organization of United Nations
wipo.int
History: established in 1967
Membership: 193 member states
Director General: Daren Tang
Headquarters:
34, chemin des Colombettes
CH-1211 Geneva 20, Switzerland

Kopimat, Kopi Nikmat akan melanjutkan tentang ciri-ciri dari jenis kopi spesial Indonesia. Akan dibahas masing-masing daerah penghasil kopi spesialti Indonesia maupun pembahasan masing-masing jenis kopi spesial Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam Bila ingin mendapatkan segelas kopi yang nikmat rasanya, maka Anda harus memperhatikan takaran membuat segelas kopi hitam maupun yang Anda campur dengan gula atau susu. Soal rasa sebenarnya relatif. Ada juga yang mengonsumsi kopi disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Misalnya penderita maag, dianjurkan mengkonsumsi jenis kopi yang tingkat keasamannya lebih rendah. Maka sebelum kopi diseduh, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui tingkat keasaman kopi tersebut agar tidak berefek pada asam lambung. Sebelum memastikan secangkir kopi yang akan Anda seduh tersebut nikmat sesuai takaran, ada juga hal lain yang perlu diketahui sebagai rahasia kelezatan kopi, yakni: Pemilihan saat membeli, baca lebel dan keterangan yang ada di kemasan. Saat ini ada banyak perusahaan kopi yang membuat kopi dengan campuran bahan lainnya, saling bertanya dengan sesama pecinta kopi akan membantu Anda mendapatkan jenis kopi terbaik. Jangan berpikir kopi dengan

Jumlah Takaran, Cara Meracik dan Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah

Jumlah Takaran, Cara Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah Jumlah takaran, cara meracik dan membuat kopi hitam yang enak tentu saja dibutuhkan informasinya oleh Anda para pecinta kopi. Terutama buat Anda yang belum punya selera yang pas, atau mungkin jenuh dengan rasa yang Anda nikmati saat ini dan ingin kembali berpetualang menemukan rasa yang baru dalam menyeduh kopi. Jumlah komposisi kopi, air atau gula bagi yang menggunakan gula tentunya akan sangat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Buat Anda pecinta kopi asli tanpa gula, jumlah air dan berapa gram kopi yang dicampurkan akan mempengaruhi tingkat kepahitan seduhan kopi. Bila terlalu banyak air biasanya akan hambar, namun bila terlalu sedikit pun rasa pahit akan begitu terasa. Terlebih lagi jika Anda membuatnya dengan air mendidih 100 derajat, kafein akan larut sempurna dan pahitnya akan begitu terasa. Oleh karena itulah, para pakar kopi dunia telah mencari tahu bagaimana takaran, cara meracik dan membuat kopi hit

Filosofi Kopi dan Gula

Filosofi Kopi dan Gula Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah? Gula lah yang di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit Kasus 2 Jika kopi terlalu manis Siapa yang disalahkan? Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis Kasus 3 Jika takaran kopi & gula balance Siapa yang di puji...? Tentu semua akan berkata... Kopinya mantaaap Kemana gula yang mempunyai andil Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap Filosofi Kopi dan Gula Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Filosofi Kopi dan