Kopi Super Premium Specialty Indonesia

Kopi Super Premium Specialty Indonesia

Kopimat.com - Sangatlah bangga, Indonesia merupakan negara satu-satunya selain Brazil yang memiliki beragam jenis kopi spesial premium super (super premium specialty) yang telah terkenal di seluruh dunia. awalnya ada beberapa contoh jenis kopi spesial premium super Indonesia yang dikenal yaitu Gayo Coffee, Mandheling Coffee, Java Coffe, dan Toraja/Kalosi Coffee serta Bali Kintamani Coffee. Kemudian, beberapa jenis kopi Indonesia lainnya juga masuk ke kelas spesial super premium adalah Flores Coffee, Preanger Coffee, dan Papua Wamena Coffee. Selain itu, kondisi ini pun juga diikuti oleh beberapa jenis kopi lainnya yang setelah prosesnya diperbaiki kemudian dapat naik nilai kelas kopinya.

Kopi Super Premium Specialty Dunia Berbagai Negara

Kopi Super Premium Specialty dari Indonesia akan bersaing di pasaran dunia dengan jenis kopi specialty dari negara lainnya. Contoh jenis kopi super premium specialty yang beredar didunia : Geisha Panama (Gesha Coffee of Panama), Blue Mountain Coffee of Jamaica, La Esmeralda Coffee, St. Helena Coffee, maupun Fazenda Santa Ines Coffee.

Kopi Geisha Panama (Gesha Coffee of Panama) awalnya berasal dari Gori Gesha Forest di Ethiopia. Tanaman jenis kopi arabika ini kemudian menyebar di Panama sekitar tahun 1960. Kopi Geisha Panama memiliki keunikan rasa tersendiri mirip bebungaan dengan sedikit rasa manis. Terkadang kopi Geisha terasa seperti bunga jasmine, coklat madu atau terkadang seperti rasa black tea. Harga kopi Geisha termahal pernah dicapai US$2.200/kg yang diproduksi oleh Lamastus Family.

Blue Mountain Coffee memang berasal dari dataran tinggi Blue Mountain yang berada di Jamaica. Tetapi ini bukanlah Jamaica Coffee yang banyak beredar di pasaran. Blue Mountain Coffee diproses secara khusus di Mavis Bank Coffee Factory.

Ciri-ciri khusus Blue Mountain Coffee yang berasal dari Jamaica adalah kopi berwarna biru kehijauan, dengan tingkat keasaman bagus, tidak begitu terasa pahit, memiliki aroma yang intens, body kopi yang enak, serta bersih. Tidak salah menjadi kopi Super Premium Specialty dunia bersama jenis kopi lainnya dengan harga US$900/kg.

Hacienda La Esmeralda Coffee atau La Esmeralda Coffee atau Kopi La Esmeralda (Kopi dari  kebun Esmeralda) merupakan jenis kopi Geisha dan jenis kopi Catui yang ditanam dan diproduksi oleh Esmeralda pada lahan kebun (hacienda) milik Peterson Family di iklim dingin mikro pegunungan Boquote Chiriqui di daerah Panama Barat Daya yang sempurna, dirawat dan dipanen dengan hati-hati, dan diproses dengan presisi sehingga menghasilkan kopi dengan citarasa yang kuat. Harga jual di pasaran rata-rata US$200/kg. Ada beberapa lahan perkebunan milik Peterson Family yang menanam kopi di beberapa daerah yaitu Jaramillo (kopi Geisha), Palmyra (Palmyra Estate Coffee atau Catui Coffee), El Velo (Kopi Gesha dan Kopi Catui), dan Canas Verdes Farm (beberapa varian kopi).

St. Helena Coffee adalah kopi yang ditanam dan diproduksi di Pulau Saint Helena yang berada di Sout Atlantic Ocean, negara Perancis. Jenis Kopi Arabika ditanam pertama kali di pulau tersebut pada tahun 1733. Bibit kopi tersebut dibawa dari Mocha di Yaman yang disebut The Green Tipped Bourbon sebagai Single Type of Arabica Coffee (biji kopi Arabika yang esklusif) dan diangkut oleh Kapal Houghton yang dinakhodai oleh Kapten Philips. Citarasa yang unik dari pengolahan basah atas panen kopi dan cara roasting yang khusus pula dengan rasa buah segar. Di jual di pasaran dunia dengan harga US$160/kg.

Fazenda Santa Ines Coffee adalah kopi yang diproduksi oleh Monmouth Coffee Company. Kopi berasal dari pekebun Francisco Isidro Dias Pereira pada lahan perkebunannya Fazenda Santa Iness, khususnya jenis kopi Yellow Bourbon yang memiliki rasa manis dan citarasa yang nyaman. Francisco Isidro Dias Pereira sebenarnya menghasilkan lima varian kopi yaitu Yellow Bourbon, Red Bourbon, Yellow CatuaĆ­, AcaiĆ” dan Mundo Novo. Tetapi Yellow Bourbon memiliki citarasa super premium specialty dengan harga jual kisaran US$120/kg.

Apa itu Super Premium Specialty Coffee?

Jenis kopi Super premium specialty adalah jenis kopi yang mempunyai nilai skor skala kualitas (Score Quality Scale) pada nilai 95-100. Penilaian ini dilakukan pada proses cupping oleh para cupper yang ahli dan berpengalaman berdasarkan standar dan pedoman yang diterbitkan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA) dengan menggunakan Cupping Scoresheet Form yang diisi oleh para cupper dalam proses cupping. Hasilnya akan menentukan urutan grade kopi. Mulai dari Super Premium Specialty, Premium Specialty, Specialty, Premium, sampai kepada off grade sebagai jenis kopi yang paling bawah. Hal ini dapat dibaca pada Cara Menentukan Jenis Kopi Super Premium Specialty.Hal ini akan sangat bergantung pada jenis kopi, cara tanam, cara panen, pengolahan pasca panen, sampai me-roasting. Sehingga menghasilkan citarasa kopi yang benar-benar super premium specialty.

Di Indonesia, hal ini dibantu melalui Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) sesuai misinya "Membantu pembelajaran/edukasi di tingkat budidaya, proses, Sertifikasi Uji Citarasa (Q dan R Grader), sertifikasi biji kopi (Q Coffee License) serta pemasaran kopi spesialti Indonesia di pasar lokal dan Internasional." Beberapa contoh kopi premium Indonesia yang telah mendunia akan kami jelaskan di bawah ini.

Kopi Super Premium Specialty Indonesia

Beberapa jenis kopi super premium specialty dari Indonesia, umumnya ditanam di daerah pegunungan dari jenis kopi Arabika maupun Robusta. Kopi-kopi ini telah menembus pasar dunia dan sebagian dijual di dalam negeri Indonesia.

  1. Kopi Gayo memiliki ciri khas berupa kekentalan lebih ringan, tingkat keasaman yang seimbang, memiliki rasa cokelat,/tembakau/asap/tanah maupun rasa kayu. Kopi Gayo berasal dari kopi jenis Arabika Highland yang ditanam di Pegunungan Gayo, Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam yang pada ketinggian 1200 mdpl. Kondisi lingkungan yang sejuk dan subur karena tanahnya dari jenis vulkanik yang terbentuk dari letusan Gunung Leuser ribuan tahun yang lalu.

    Dengan produksi sekitar 50.000 ton, kopi Gayo umumnya memenuhi pasaran dunia karena dieskpor ke Eropa dan Amerika Serikat. Kopi Arabika Gayo telah memiliki Sertifikat Indikasi-Geografis oleh Kementerian Hukum dan HAM RI kepada Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo di Aceh Tengah pada tanggal 28 April 2010.

  2. Kopi Mandailing atau disebut juga Mandheling Coffee (sebutan Belanda untuk Suku Mandailing) merupakan jenis Kopi Arabika Mandheling Highland. Ciri-ciri citarasa Kopi Mandailing adalah memiliki tingkat kekentalan bagus, tingkat keasaman yang medium, memiliki rasa floral dengan rasa akhir manis di setiap cicipan seduhan kopinya.

    Ditanam pada ketinggian 1200 mdpl di daerah Pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di wilayah perkebunan kopi sekitar Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing, Sumatera Utara, Indonesia. Perkebunan Kopi Mandailing ini berproduksi sekitar 15.000 ton biji per tahun dengan tujuan ekspor khususnya ke Amerika Serikat dan juga ke Eropa. Sebagian kecil hasil perkebunan kopi Mandailing dijual di dalam negeri Indonesia. Jenis Kopi Arabika Mandheling ini dulu sejak 1800-an dijual Belanda ke Eropa.

  3. Kopi Jawa (Java Preanger) atau Kopi Arabika Java Mountain adalah kopi yang ditanam di daerah pegunungan Jawa Barat dan dikenal juga sebagai "Sunda Buhun". dengan ketinggian sekitar 1400 mdpl. Dahulu, Jawa terkenal menjadi pusat penghasil kopi dunia selain Ethiopia dan kawasan Arab lainnya, yang dikenal dengan sebutan "A glass of Java" atau terkadang disingkat menjadi "Java" dalam artian "secangkir kopi Jawa". Ciri Java Preanger adalah pada kekentalan dan keasaman medium ke atas, dengan rasa dominan cokelat dengan rasa akhir rempah. Dengan produksi sekitar 3.000 ton biji per tahun dan umumnya diekspor ke Eropa.

  4. Kopi Toraja Sulawesi adalah Kopi Arabika yang ditanam di daerah pegunungan Tana Toraja di Sulawesi Selatan dengan produksi sekitar 5.000 ton biji kopi per tahun dan dieskpor ke Jepang dan Amerika Serikat. Kopi Arabika Kalossi atau Celebes-Kalossi atau dijuluki juga sebagai “Queen of Coffee” ditanam dan diproduksi di daerah Enrekang dan memiliki citarasa yang nikmat dengan rasa harum, tingkat keasaman lebih tinggi, rasa coklat yang lezat atau rasa jeruk segar di mulut dan menjadi barang mewah di Jepang.

  5. Kopi Lintong memiliki ciri khas dengan tingkat kekentalan bagus dan tingkat keasaman seimbang, memiliki rasa cokelat dan sedikit rasa rempah di mulut. Ditanam di daerah Pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Perkebunan kopi di kedua wilayah sekitar Danau Toba ini berproduksi sekitar 30.000 ton biji kopi per tahun dengan tujuan ekspor pemasaran ke Jepang dan Belanda. Disebut juga Kopi Lintong Ni Huta karena berasal dari Lintong Nihuta, di Kabupaten Humbang Hasundutan.

    Kopi Lintong dikenal sebagai kopi terbaik atau spesial premium. Bibit Kopi Lintong dibawa pertama kali oleh Belanda tahun 1888 dengan varietas yang terus berkembang dan menjadi endemik wilayah tersebut dan dikenal dengan nama Kopi Lintong Nihuta. Ditanam pada beberapa wilayah seperti Wilayah Lintong Nihuta, Paranginan, Dolok Sanggul, Pollung dan Onan Ganjang dengan ketinggian rata-rata 1500 mdpl.

    Kopi Lintong adalah merk jual kopi, sedangkan varietasnya adalah Kopi Arabika. Perkembangan varietas yang baru dan diakui sebagai endemik wilayah tersebut dengan Seritifikat Indikasi-Geografis adalah varietas Sigarar Utang hasil persilangan varietas Typica Lasuna dengan Catimor. Varietas lainnya adalah yang berkembang di Onan Ganjang hasil pesilangan Lini-S795 dengan Bourbon Lintong.

  6. Kopi Bali Kintamani berciri yang khas yaitu biji lebih besar dengan rasa tidak begitu pahit (bitter), tidak terlalu sepat (astringent), tingkat kekentalan dan tingkat keasaman medium. Ada sedikit rasa jeruk (lemony) atau rasa jeruk citrusy dan bau bunga-bungaan/floral. Ditanam pada ketinggian 1200 mdpl tepatnya di daerah Pegunungan Kintamani Bali yang memiliki tanah yang subur karena dari jenis tanah vulkanik dan tentunya udara yang sejuk. Kondisi ini membuat biji kopi Bali Kintamani Haighland berjenis kopi Arabika ini tumbuh subur dan menghasilkan kopi yang enak pada kelas super premium specialty yang bermutu tinggi.

    Petani kopi Bali menerapkan prinsip "Tri Hita Harana" yaitu hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Hal ini diterapkan dengan menjaga lingkungan tempat tumbuhnya tanaman yang mereka pelihara dan ketenangan alam. Varietas Kopi Arabika Bali Kintamani Moon yang memiliki sertifikat Indikasi-Geografis (Geographical Indication Certificate) tahun 2008, lebih memiliki aroma menyengat dibandingkan dengan jenis kopi dari Jawa yang umumnya memiliki aroma rempah. Jumlah produksi Kopi Bali Kintamani secara umum adalah kopi organik dengan proses alami adalah sekitar 2500 ton biji kopi per tahun dan umumnya di ekspor ke Jepang, Eropa, Arab dan Australia.

  7. Kopi Flores Bajawa (Badjava) atau Kopi Arabika Flores Bajawa ditanam di daerah kaki Gunung Ineria di Pulau Flores (Pulau Bunga ; cabo de flores : Portugis) tepatnya sekitar daerah Kelitei dan Bajawa (Badjava), Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Ciri Kopi Arabika Flores Bajawa adalah tingkat kekentalan (body) tinggi/tebal dan keasaman rendah (kopi yang aman di lambung), memiliki sedikit rasa kacang-kacangan (nutty) atau juga rasa cokelat dan/atau rasa vanili dengan karamel alamiah.

    Hal ini dapat saja terjadi karena pengaruh 2 buah gunung yaitu Gunung Inerie (2.245 m) dan Gunung Ine Lika (1.559 m). Varietas Kopi Flores Bajawa yang ditanam adalah dari Varietas Yellow Cattura yang berwarna kuning. Ditanam pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl dengan produksi sekitar 2.500 ton biji kopi per tahun dengan tujuan ekspor ke Amerika Serikat.

  8. Kopi Baliem Wamena adalah dari jenis Kopi Arabika yang ditanam di sekitar lembah Baliem Papua. Lembah dengan ukuran panjang 80km dan lebar 20 km umumnya berada pada wilayah Kabupaten Jayawijaya dengan ibukotanya Wamena, sehingga kopi ini dikenal juga dengan nama Kopi Wamena. Kopi Arabika Baliem di tanam pada ketinggian 1600 - 2.000 mdpl menjadi lokasi perkebunan kopi tertinggi di Indonesia yang menghasilkan Kopi Arabika organik berkelas premium dunia.

    Selain itu dikenal juga kopi lain dari sekitar Baliem yaitu Kopi Dogiyai atau Kopi Moanemani berupa varietas Arabika Typica yang ditanam di daerah Lembah Kamuu di Pegunungan Mapia, Kabupaten Dogiyai. Jenis kopi lain dari Papua ini misalnya Kopi Tiom (2.000 mdpl) dari Kabupaten Lanny Wijaya, maupun Kopi Sabin dari Pegunungan Bintang. Untuk ciri Kopi Arabika Baliem secara adalah memiliki kekentalan sedang dengan tingkat keasaman yang rendah, ada rasa manis dan rasa cokelat dengan sentuhan bau floral. Kopi-kopi yang berasal dari sekitar Lembah Baliem memiliki citarasa yang berbeda-beda, hal ini menambah kekayaan citarasa kopi Indonesia. Berproduksi sekitar 3.500 ton biji kopi per tahun yang umumnya di ekspor ke Amerika Serikat.

  9. Kopi Arabika Sidikalang adalah kopi Arabika yang ditanam di Pegunungan Bukit Barisan di daerah Sidikalang yang merupakan ibukota Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara. Penduduk asli Sidikalang adalah Etnis Pakpak yang kebanyakan menghasilkan komoditas Kopi Sidikalang sebagai Kopi Premium yang terkenal. Kopi Arabika Sidikalang ditanam pada ketinggian antara 1000-1500 mdpl di daerah pegunungan Bukit Barisan yang berudara sejuk-dingin pada tanah jenis vulkanik. Salah satu kopi yang terkenal adalah Kopi Arabika Sidikalang Memory yang bermutu tinggi dengan citarasa yang sangat nikmat dan disukai banyak orang. Kopi ini pun mampu bersaing di pasaran kopi dunia dan menjadi salah satu kopi terbaik di dunia.

    Selain itu, ada jenis lainnya dari Sidikalang yaitu Kopi Robusta Sidikalang dengan aroma sedang dan tingkat keasaman rendah, ada rasa coklat dengan sedikit manis. Citarasa Kopi Robusta Sidikalang bertahan lama di mulut sehingga disenangi banyak orang. Kopi Sidikalang yang diproduksi oleh UD Segar Harum telah berproduksi sejak 1945 di Binjai sekitar 20 km dari Medan. Produksi Kopi Sidikalang UD Segar Harum diproses secara alami dan tradisional mulai dari proses pemilihan biji kopi Sidikalang, penggongsengan (roasting), hingga penggilingan. Ada sentuhan tangan yang penuh perasaan untuk menghasilkan kopi hitam yang nikmat.

  10. Kopi Luwak atau Civet Coffee merupakan kopi yang memiliki proses yang tidak lazim yaitu sisa buangan kopi dari kopi yang dimakan Luwak (musang) atau Musang Luwak (Viverridae) berupa biji kopi yang masih terselubung kulit ari buah kopi. Jenis kopi luwak ini banyak dikembangkan di daerah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Tana Toraja dengan tujuan ekspor ke mancanegara. Hal ini bermula dari Belanda yang membuka perkebunan kopi di Indonesia dengan bibit yang berasal dari Yaman berupa jenis Arabika. Para buruh kebun kopi Belanda di Indonesia saat itu dilarang untuk mengambil untuk kepentingan sendiri. Para buruh tani itu tetap ingin juga merasakan kopi yang mereka tanam.

    Akhirnya diketahui bahwa ada sejenis musang yang memakan buah kopi yang matang. Tetapi musang tersebut tidak dapat mencerna kulit ari dan biji kopi. Musang hanya dapat mencerna kulit kopi yang berasa manis. Hasil buangan dari musang itu dikumpulkan oleh buruh tani kopi, lalu membersihkannya, disangrai lalu ditumbuk kemudian diseduh. Ternyata rasanya enak karena buah kopi yang dimakan musang adalah buah kopi yang memang pilihan dan siap untuk dipanen. Terciptalah Kopi Luwak. Belanda sebagai pemilik kebun pun akhirnya mengetahui dan menyukai jenis kopi ini. Lalu diperdagangkan ke Eropa. Musang ini banyak penyebutan nama seperti musang pulut (Malaysia), Toddy Cat (Inggris), Luak atau Luwak (Jawa), Careuh Bulan (Sunda), Common Palm Civet atau Paradoxurus hermaphroditus, House Musang dan penyebutan lainnya.

  11. Kopi house blend adalah kopi racikan atau campuran dari beberapa jenis kopi, baik varietas A diracik dengan varietas B, maupun single origin daerah A dengan single origin daerah B. Racikan campuran kopi ini tidak terbatas pada 2 jenis kopi saja, tetapi dapat lebih dari campuran 2 jenis kopi. Hal ini berbeda dengan single origin coffee yang berarti kopi dari satu daerah tertentu seperti yang disebutkan pada contoh kopi premium specialty diatas. Kopi house blend dibuat dengan tujuan adalah untuk mendapatkan rasa yang lebih kompleks yang disukai banyak orang yang seimbang. Racikan kopi yang mantap pun masuk kelas premium karena dinilai dari proses awal sampai dengan tersajikannya secangkir kopi hitam yang nikmat.

Jenis Kopi Super Premium Specialty Coffee Indonesia unggulan diantaranya:

  • Kopi Aceh Gayo
  • Kopi Mandheling
  • Kopi Lintong
  • Kopi Sidikalang
  • Kopi Solok Selatan
  • Kopi Java Preanger
  • Kopi Java Ijen
  • Kopi Bengkulu
  • Kopi Papua Wamena
  • Kopi Bali Kintamani
  • Kopi Toraja
  • Kopi Flores Bajawa
  • Kopi Robusta Lampung
  • Kopi Luwak Arabika
  • Coffee Blend Special Premium


Sumber :
https://scai.or.id
Majalah Indonesia Invites nomor I/2013 diakses melalui https://kemlu.go.id
https://www.bluemountaincoffee.com/
https://haciendaesmeralda.com/
https://www.st-helena-coffee.com/english
https://www.monmouthcoffee.co.uk/product/fazenda-santa-ines/
https://kopisidikalang.com/

Kopimat, Kopi Hitam Yang Nikmat berasal dari jenis Kopi Super Premium Specialty diseduh dengan rasa cinta akan alam tempat tumbuhnya buah kopi itu.