Langsung ke konten utama

Dampak Perubahan Iklim Pada Tanaman Kopi

Dampak Perubahan Iklim Pada Perkebunan Tanaman Pohon Kopi

Dampak Perubahan Iklim Pada Pohon Kopi
Perubahan iklim yang terjadi saat ini berimbas pada produktifitas hasil perkebunan kopi. Waktu musim hujan dan kemarau yang tak menentu memberikan pengaruh secara langsung pada pertumbuhan vegetative tanaman kopi. Hujan yang turun secara terus menerus tentu saja akan berdampak buruk pada musim-musim tertentu perkebunan kopi, namun kondisi hujan yang kurang juga akan berpengaruh pada proses pertumbuhan yang terhambat.

Beberapa pengaruh hujan pada tanaman kopi tersebut diantaranya sebagai berikut:
  1. Hujan dan persarian tanaman kopi
    Persarian pada pohon kopi dibantu oleh angin, oleh karena itu, cuaca sangat menentukan untuk proses ini. Terutama pada jenis kopi robusta yang mengalami persarian silang. Bunga kopi mekar pada pukul 4 hingga 6 pagi. Sementara pada kopi robusta atau jenis kopi dengan perkawinan silang biasanya akan mekar jam 8 pagi atau setelah angin di pagi hari cukup. Maka jika terjadi hujan di pagi hari, akan sangat berpengaruh pada proses persarian tersebut. Agar persarian dapat berjalan baik, maka diperlukan cuaca yang baik dalam sehari semalam.
  2. Hujan dan pertumbuhan buah kopi
    Jika iklim agak kering maka biasanya pertumbuhan biji akan lebih besar. Namun jika kondisi kering tersebut sudah terlampau parah, biji kopi justru akan tumbuh semakin kecil. Dibutuhkan kondisi hujan yang stabil untuk mendapatkan ukuran biji yang baik. Di kawasan yang terlalu basah dan tidak ada matahari, biji kopi juga tidak bisa tumbuh dengan baik, sebab proses fotosintesis tanaman membutuhkan cahaya matahari.
  3. Hujan dan distribusi panen kopi
    Di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, proses distribusi panen relative lebih lama dibandingkan daerah yang kering. Demikian juga persentase hasil yang didapatkan. Di daerah dengan kondisi curah hujan yang tinggi umumnya akan lebih rendah dibandingkan dengan daerah yang kering. Besarnya daerah yang curah hujannya tinggi maksimum hanya sekitar 2% hasil maksimum harian yang dihasilkan dari total penghasilan kopi dunia dalam setahun. Sementara untuk daerah kering, hasilnya bisa lebih dari 3% untuk hasil maksimum hariannya.
  4. Pengaruh hujan terhadap proses produksi kopi
    Daerah dengan kondisi curah hujan yang tinggi umumnya akan melakukan proses produksi yang relative lebih lama dibandinkan daerah yang kering. Jenis kopi Arabica umumnya lebih toleran dengan kondisi curah hujan yang tinggi sebab kopi ini melakukan penyerbukan sendiri. Sementara pada jenis robusta lebih cocok ditanam di daerah dengan iklim kering yang dominan, sebab penyerbukan kopi robusta dilakukan dengan persilangan yang dipengaruhi kondisi angin dan cuaca lainnya.
  5. Hujan dan proses pengolahan kopi
    Kondisi hujan yang tertinggi berdampak tidak baik bagi proses pengolahan kopi. Biji yang kering dan dijemur harus dijemur berkali-kali dan cukup lama karena kondisi yang lembab. Kadang-kadang membutuhkan proses pengolahan lanjutan karena tak kunjung kering. Selain itu proses pengiriman juga akan bermasalah. Hal ini tentu saja akan turut mempengaruhi kualitas produksi kopi yang dihasilkan. Kekacauan masa panen yang terjadi di ElSavador misalnya, berdampak buruk bagi masa depan panen kopi selanjutnya di daerah itu. Bunga kopi terlanjur mekar, maka masa panen di daerah itu dimajukan menjadi bulan Agustus tahun 2017. Maju sebulan lebih cepat dari waktu panen seharusnya.

Perubahan iklim yang terjadi di belahan dunia saat ini sangat berimbas pada kondisi kopi di seluruh dunia. Negara-negara Amerika Latin merasakan dampak yang cukup serius bagi produksi kopi di daerahnya. Indonesia mungkin sedikit beruntung karena tak separah yang ada di daerah Amerika. Akan tetapi, beberapa kejadian mungkin bisa dijadikan pelajaran. Beberapa waktu lalu di Aceh dihasilkan biji kopi yang melompong. Hal ini terjadi juga akibat kondisi perubahan iklim yang juga sudah dirasakan di tanah air.

Maka jika nantinya kita mulai kesulitan mendapatkan secangkir kopi kesukaan kita, atau rasa yang mulai berubah, atau harga yang barangkali akan melambung lebih tinggi, setidaknya kita tidak akan menyalahkan banyak pihak. Sebab kondisi iklim yang terjadi merupakan bagian fenomena alam yang terjadi. Yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya, salah satunya dengan peduli lingkungan. Anda setuju?

Postingan populer dari blog ini

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam Bila ingin mendapatkan segelas kopi yang nikmat rasanya, maka Anda harus memperhatikan takaran membuat segelas kopi hitam maupun yang Anda campur dengan gula atau susu. Soal rasa sebenarnya relatif. Ada juga yang mengonsumsi kopi disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Misalnya penderita maag, dianjurkan mengkonsumsi jenis kopi yang tingkat keasamannya lebih rendah. Maka sebelum kopi diseduh, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui tingkat keasaman kopi tersebut agar tidak berefek pada asam lambung. Sebelum memastikan secangkir kopi yang akan Anda seduh tersebut nikmat sesuai takaran, ada juga hal lain yang perlu diketahui sebagai rahasia kelezatan kopi, yakni: Pemilihan saat membeli, baca lebel dan keterangan yang ada di kemasan. Saat ini ada banyak perusahaan kopi yang membuat kopi dengan campuran bahan lainnya, saling bertanya dengan sesama pecinta kopi akan membantu Anda mendapatkan jenis kopi terbaik. Jangan berpikir kopi dengan

Jumlah Takaran, Cara Meracik dan Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah

Jumlah Takaran, Cara Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah Jumlah takaran, cara meracik dan membuat kopi hitam yang enak tentu saja dibutuhkan informasinya oleh Anda para pecinta kopi. Terutama buat Anda yang belum punya selera yang pas, atau mungkin jenuh dengan rasa yang Anda nikmati saat ini dan ingin kembali berpetualang menemukan rasa yang baru dalam menyeduh kopi. Jumlah komposisi kopi, air atau gula bagi yang menggunakan gula tentunya akan sangat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Buat Anda pecinta kopi asli tanpa gula, jumlah air dan berapa gram kopi yang dicampurkan akan mempengaruhi tingkat kepahitan seduhan kopi. Bila terlalu banyak air biasanya akan hambar, namun bila terlalu sedikit pun rasa pahit akan begitu terasa. Terlebih lagi jika Anda membuatnya dengan air mendidih 100 derajat, kafein akan larut sempurna dan pahitnya akan begitu terasa. Oleh karena itulah, para pakar kopi dunia telah mencari tahu bagaimana takaran, cara meracik dan membuat kopi hit

Filosofi Kopi dan Gula

Filosofi Kopi dan Gula Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah? Gula lah yang di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit Kasus 2 Jika kopi terlalu manis Siapa yang disalahkan? Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis Kasus 3 Jika takaran kopi & gula balance Siapa yang di puji...? Tentu semua akan berkata... Kopinya mantaaap Kemana gula yang mempunyai andil Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap Filosofi Kopi dan Gula Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Filosofi Kopi dan