Langsung ke konten utama

Tips Menyeduh Kopi Tanpa Membuang Ampas Apapun

Tips Menyeduh Kopi Tanpa Membuang Ampas Apapun

Tips Menyeduh Kopi Tanpa Membuang Apapun
Berapa kali dalam sehari Anda menyeduh kopi? 2 kali, tiga kali atau lebih, maka sebanyak itulah Anda membuang limbah seduhan ke lingkungan. Apa saja limbah seduhan itu? mulai dari ampas kopi, kertas saring, bungkus kemasan kopi dan bahan-bahan tambahan yang lain yang dibutuhkan dalam penyeduhannya. Sehari dua hari mungkin tak akan masalah, namun bagaimana jika sudah berbulan-bulan? Bertahun-tahun? Apa yang akan terjadi dengan lingkungan Anda nantinya? Ditambah lagi yang menyeduh itu bukan hanya kita, tapi juga seluruh pecinta kopi di dunia. Oleh karena itu, kita perlu pintar dalam melihat apa yang ada di depan mata. Jangan sampai kebiasaan kita menikmati secangkir kopi justru menjadi cara menghancurkan bumi yang kita diami.

Baca juga artikel
Benda-Benda Unik Yang Dibuat Dari Ampas Kopi

Mulai lah melakukan kampanye, menyeduh kopi tanpa membuang apapun. Ini adalah cara terbaik untuk mengatasi berbagai dampak lingkungan dari limbah kopi. Bagaimana caranya? Berikut ini beberapa tipsnya:
  1. Memanfaatkan ampas kopi
    Berapa gram kopi yang Anda seduh dalam sehari? Terlebih jika untuk banyak orang, di kantor, di tempat-tempat kafe kopi, di rumah Anda sendiri, berapa gram yang menjadi limbah dalam seharinya? Maka mulailah memanfaatkan ampas kopi untuk berbagai kebutuhan. Ampas sisa kopi ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti misalnya untuk pupuk cair tanaman jenis mawar dan yang merambat. Dijadikan sebagai masker kulit untuk menghaluskan, pengharum kamar mandi dan kulkas. Bahkan kini banyak orang yang memanfaatkan ampas kopi untuk pembuatan barang-barang bernilai seni seperti kursi. Jika selama ini kita duduk di kursi busa, maka ampas kopi bisa diolah untuk menggantikan busa tersebut. Hasilnya terlihat unik dan memiliki nilai estetika yang lebih. Kursi dari ampas kopi ini sudah dibuat para pengrajin. Berminat memiliki kursi yang terbuat dari ampas kopi? Jangan buang ampas kopi yang Anda seduh, siapa tahu suatu saat kelak akan menjadi barang komersil yang laku dijual.
  2. Mengendalikan penggunaan paper filter
    Paper filter sebagai kertas saring yang cukup menentukan rasa secangkir kopi juga menjadi masalah lingkungan yang cukup signifikan. Jika dalam sehari Anda menggunakan 3 hingga 4 kertas saring, lalu berapa buah setelah seminggu, sebulan hingga setahun. Lalu ternyata bukan Anda saja yang melakukannya, namun para pecinta kopi di seluruh dunia. Bagi mereka yang terbiasa dengan model manual brew pour over setidaknya sudah bisa mengurangi penggunaan paper filter. Namun memang cukup sulit bagi yang tidak menyukainya, sebab ini soal rasa dan selera. Ada solusi pintar untuk Anda, yakni dengan memilih jenis metal filter yang bisa awet selama bertahun-tahun digunakan. Tak ada limbah yang terbuang seperti halnya pada paper filter. Tapi bagaimana jika Anda memang tak menyukai kopi dengan body yang cukup terasa di lidah? Artinya Anda tetap butuh paper filter bukan? Maka salah satu solusinya dengan mengolah paper filter yang sudah digunakan menjadi barang-barang kreatif yang memiliki estetika. Paper filter bisa dikeringkan dan diberi warna yang sesuai dengan warna dasarnya, lalu dibentuk menjadi aneka bunga atau hiasan yang menarik. Jika Anda tak bisa mengolah barang-barang kreatif tersebut, maka kurangi penggunaan paper filter. Cobalah belajar dengan rasa dan cara seduh yang mungkin Anda sukai.
  3. Mengurangi Coffee Bag
    Coffee bag juga terbuat dari bahan kertas yang setiap waktu akan Anda dapatkan saat membeli kopi. Apakah memungkinkan Anda membawa wadah sendiri saat membeli kopi? Membeli kopi di micro-roastery memungkinkan Anda untuk membawa wadah kopi sendiri. Bisa dibayangkan berapa banyak coffee bag yang akan terkumpul jika Anda tak mulai membawa wadah sendiri. Tidak semua bahan dari coffe bag itu ramah lingkungan. Maka sepatutnya kita mulai mengurangkan penggunaan coffee bag tersebut. Selagi masih bisa langsung menggunakan wadah sendiri, akan lebih baik cara tersebut.

Mulai lah memilih hobi dan selera dengan cara yang pintar. Meskipun Anda begitu menggemari secangkir kopi, namun pastikan juga Anda mampu berpikir pintar untuk kemaslahatan jangka panjang.

Ayo ngopi.
Ayo peduli lingkungan.

[ Kopimat | Kopi Nikmat | Manfaat Ampas Kopi ]

Postingan populer dari blog ini

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam Bila ingin mendapatkan segelas kopi yang nikmat rasanya, maka Anda harus memperhatikan takaran membuat segelas kopi hitam maupun yang Anda campur dengan gula atau susu. Soal rasa sebenarnya relatif. Ada juga yang mengonsumsi kopi disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Misalnya penderita maag, dianjurkan mengkonsumsi jenis kopi yang tingkat keasamannya lebih rendah. Maka sebelum kopi diseduh, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui tingkat keasaman kopi tersebut agar tidak berefek pada asam lambung. Sebelum memastikan secangkir kopi yang akan Anda seduh tersebut nikmat sesuai takaran, ada juga hal lain yang perlu diketahui sebagai rahasia kelezatan kopi, yakni: Pemilihan saat membeli, baca lebel dan keterangan yang ada di kemasan. Saat ini ada banyak perusahaan kopi yang membuat kopi dengan campuran bahan lainnya, saling bertanya dengan sesama pecinta kopi akan membantu Anda mendapatkan jenis kopi terbaik. Jangan berpikir kopi dengan

Jumlah Takaran, Cara Meracik dan Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah

Jumlah Takaran, Cara Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah Jumlah takaran, cara meracik dan membuat kopi hitam yang enak tentu saja dibutuhkan informasinya oleh Anda para pecinta kopi. Terutama buat Anda yang belum punya selera yang pas, atau mungkin jenuh dengan rasa yang Anda nikmati saat ini dan ingin kembali berpetualang menemukan rasa yang baru dalam menyeduh kopi. Jumlah komposisi kopi, air atau gula bagi yang menggunakan gula tentunya akan sangat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Buat Anda pecinta kopi asli tanpa gula, jumlah air dan berapa gram kopi yang dicampurkan akan mempengaruhi tingkat kepahitan seduhan kopi. Bila terlalu banyak air biasanya akan hambar, namun bila terlalu sedikit pun rasa pahit akan begitu terasa. Terlebih lagi jika Anda membuatnya dengan air mendidih 100 derajat, kafein akan larut sempurna dan pahitnya akan begitu terasa. Oleh karena itulah, para pakar kopi dunia telah mencari tahu bagaimana takaran, cara meracik dan membuat kopi hit

Filosofi Kopi dan Gula

Filosofi Kopi dan Gula Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah? Gula lah yang di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit Kasus 2 Jika kopi terlalu manis Siapa yang disalahkan? Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis Kasus 3 Jika takaran kopi & gula balance Siapa yang di puji...? Tentu semua akan berkata... Kopinya mantaaap Kemana gula yang mempunyai andil Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap Filosofi Kopi dan Gula Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Filosofi Kopi dan