Langsung ke konten utama

Filosofi Ngopi Gula Tebu Masyarakat Jawa

Filosofi Ngopi Gula Tebu Masyarakat Jawa

Kata Bijak Secangkir Kopi Nikmat :

Ngopi Sendiri Dikira Antik
Ngopi Bersama Lebih Asyik
Ngopi Membuat Pikiran Baik
Agar Tujuan Lebih Terbidik


Filosofi atau filsafat orang Jawa sangat terkenal sebagaimana dengan filosofi berbagai suku lain di Indonesia. Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya bagi manusia sangat diperlukan baik yang telah dihasilkan dari orang-orang jaman dahulu maupun orang-orang di zaman sekarang. Sebagian tetap dengan bahasa yang telah ada, dan sebagian lagi berubah sesuai dengan keadaan sekarang.

Sebagian orang beranggapan bahwa Filosofi atau filsafat sama seperti falsafah. Hal ini tentunya dapat diterangkan oleh para ahli bahasa. Untuk kali ini, kami menyajikan salah satu filosofi masyarakat Jawa khususnya tentang Filosofi KOPI. Filosofi Ngopi Gula Tebu Masyarakat Jawa yang kami sajikan ini sangat kental dengan wejangan-wejangan untuk mengenal hakikat segala yang ada, sebab, asal dan akibat.

Sumber tulisan dari sebaran beberapa grup Whatsapp yang belum diketahui asal muasalnya.

NGOPI iku Tegese (NGOlah PIkiran).
Mulo Kopi iku rasane pait.
Nanging sak pait-paite Kopi..
isih iso digawe Legi.

- NGOPI itu meNGOlah PIkiran
Karena itulah kopi rasanya pahit.
Namun sepahit-pahitnya kopi
masih bisa dibuat manis, dan juga dapat menjadi Kopi Nikmat
(NGOPI atau kata lain dari minum kopi)

LEGI (Legowo ning ati)
Carane Kudu Ditambahi Gulo

- Legowo ning ati atau Berlapang Dada Hatinya.
Caranya harus ditambahi gula.

GULO (Gulangane Roso) atau Mengelola Perasaan Baik.
Sing Asale Soko TEBU (yang asalnya dari TEBU).

TEBU (Anteb Ning Kalbu) atau Mantab Hatinya,
Banjur Diwadahi Cangkir (dituangkan ke dalam wadah cangkir).

CANGKIR (NyanCANGne PiKIR). Mengarahkan Pikiran Realistis,
Trus Di Siram WEDANG (terus disiram air panas).

WEDANG (Wejangan Sing Marahi Padang) atau Nasehat Yang Menentramkan Hati,
Ojo lali di UDHEG (jangan lupa diaduk).

UDHEG (Usahane Ojo Nganti Mandeg) atau Usaha Jangan Sampai Berhenti atau Jangan Putus Asa,
Anggone Ngudheg Nganggo SENDOK (kalau mengaduk pakai sendok).

SENDOK (Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman) atay Pasrahkan Pada Yang Maha Kuasa,
Dienteni Ben Rodo ADEM, (ditunggu biar agak dingin)

ADEM (Ati digowo Lerem) atau Hati Jadi Tenang,
Bar Kui Diombe SERUPUT (setelah itu diseruput/diminum dengan cara dihirup pelan-pelan).

SERUPUT (Sedoyo Rubedo Bakal Luput) atau Semua Godaan akan Terhindar.
Meniko Falsafahipun KOPI


#AyoNgopi

Filosofi Ngopi Gula Tebu Masyarakat Jawa enaknya dibaca sambil menyeruput secangkir Kopi Nikmat.

[ Kopimat | Kopi Nikmat ]

Postingan populer dari blog ini

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam Bila ingin mendapatkan segelas kopi yang nikmat rasanya, maka Anda harus memperhatikan takaran membuat segelas kopi hitam maupun yang Anda campur dengan gula atau susu. Soal rasa sebenarnya relatif. Ada juga yang mengonsumsi kopi disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Misalnya penderita maag, dianjurkan mengkonsumsi jenis kopi yang tingkat keasamannya lebih rendah. Maka sebelum kopi diseduh, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui tingkat keasaman kopi tersebut agar tidak berefek pada asam lambung. Sebelum memastikan secangkir kopi yang akan Anda seduh tersebut nikmat sesuai takaran, ada juga hal lain yang perlu diketahui sebagai rahasia kelezatan kopi, yakni: Pemilihan saat membeli, baca lebel dan keterangan yang ada di kemasan. Saat ini ada banyak perusahaan kopi yang membuat kopi dengan campuran bahan lainnya, saling bertanya dengan sesama pecinta kopi akan membantu Anda mendapatkan jenis kopi terbaik. Jangan berpikir kopi dengan

Jumlah Takaran, Cara Meracik dan Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah

Jumlah Takaran, Cara Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah Jumlah takaran, cara meracik dan membuat kopi hitam yang enak tentu saja dibutuhkan informasinya oleh Anda para pecinta kopi. Terutama buat Anda yang belum punya selera yang pas, atau mungkin jenuh dengan rasa yang Anda nikmati saat ini dan ingin kembali berpetualang menemukan rasa yang baru dalam menyeduh kopi. Jumlah komposisi kopi, air atau gula bagi yang menggunakan gula tentunya akan sangat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Buat Anda pecinta kopi asli tanpa gula, jumlah air dan berapa gram kopi yang dicampurkan akan mempengaruhi tingkat kepahitan seduhan kopi. Bila terlalu banyak air biasanya akan hambar, namun bila terlalu sedikit pun rasa pahit akan begitu terasa. Terlebih lagi jika Anda membuatnya dengan air mendidih 100 derajat, kafein akan larut sempurna dan pahitnya akan begitu terasa. Oleh karena itulah, para pakar kopi dunia telah mencari tahu bagaimana takaran, cara meracik dan membuat kopi hit

Filosofi Kopi dan Gula

Filosofi Kopi dan Gula Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah? Gula lah yang di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit Kasus 2 Jika kopi terlalu manis Siapa yang disalahkan? Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis Kasus 3 Jika takaran kopi & gula balance Siapa yang di puji...? Tentu semua akan berkata... Kopinya mantaaap Kemana gula yang mempunyai andil Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap Filosofi Kopi dan Gula Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Filosofi Kopi dan