Langsung ke konten utama

Ciri-ciri Kopi Arabika Sumatera Simalungun yang Khas

Kopimat.com - Indonesia merupakan wilayah Ring of Fire yaitu banyaknya gunung merapi sepanjang pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Sulawesi. Khusus di Sumatera ditandai dengan ada Bukit Barisan yang memanjang Pulau Sumatera dari Aceh sampai ke Lampung. Melewati Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu. Bagian punggung Bukit Barisan juga melewati Provinsi Riau dan Sumatera Selatan.

Hal ini memberikan berkah kekayaan alam yang tidak dapat ditampik lagi berupa tanah subur yang secara umum akibat kegiatan vulkanik gunung-gunung yang ada. Tanah yang subur akan menghasilkan pertanian dan perkebunan yang baik. Bahkan menjadikan turunan spesies khusus. Sumatera semakin dikenal sebagai penghasil jenis kopi spesialti Indonesia baik jenis kopi robusta maupun jenis kopi Arabika. Salah satunya adalah Jenis Kopi Arabika yang ditanam di daerah Simalungun.
gambar Ciri-ciri Kopi Arabika Sumatera Simalungun yang Khas
Wilayah Geografis atau zona produksi Kopi Arabika Sumatera Simalungun terletak di daerah dengan ketinggian 900-1400 m dpl, yang meliputi Kecamatan Raya, Purba, Haranggaol Horison, Silimakuta, Pamatang Silimahuta, Dolok Silau, Dolok Pardamean, Pamatang Sidamanik, dan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Kopi Simalungun

Salah satu kopi Simalungun yang berkualitas baik adalah yang dihasilkan oleh Rohdearni, Desa Ambarisan, Kecamatan Sidamanik. Varietas Kopi Sigarar Utang (Si Pembayar Utang) dari Jenis Kopi Arabika pun ditanam di Simalungun, misalnya di daerah Desa Bandar Mariah di Kecamatan Purba. Varietas Sigarar Utang adalah varietas dari kopi Arabika unggulan dan dikeluarkan secara resmi oleh Menteri Pertanian RI tahun 2005 yang menetapkan Kopi Arabika varietas Sigarar Utang sebagai varietas unggul dengan Kode Genetik C23 dan C24 dari persilangan genom Typica BLP dengan genom Catimor.

Karakteristik utama pada varietas kopi Sigarar Utang adalah Tipe pertumbuhan semi-katai, ruas pendek, daun pucuk kecokelatan, buah masak merah, dan biji besar.

Kopi Arabika Sumatera Simalungun memiliki sejarah yang panjang dan peran yang sangat penting bagi masyarakat Simalungun, Sumatera Utara. Produk Kopi spesial ini menjadi salah satu komoditas andalan di Simalungun. Kopi ini mulai dibudidayakan sekitar tahun 1990-an. Wilayah geografis di Simalungun dicirikan oleh berjenis tanah podsolik merah-kuning, andosol, grumosol dan pH berkisar antara 4,5 sampai 6,0.

Iklim di Simalungun tergolong iklim bersuhu sedang, dengan suhu berkisar antara 22 ° - 31 ° C, kelembaban rata-rata 84,2% per bulan dan curah hujan rata-rata: 2000 mm per tahun. Kopi arabika dari Simalungun dikenal sebagai kopi terbaik dan disukai banyak eksportir kopi. Kondisi iklim, tanah dan letak geografis Simalungun sangat cocok untuk pertumbuhan kopi arabika, dan membedakan kopi arabika ini dengan aromanya yang khas dan rasanya yang khas.

Penanaman kopi arabika umumnya dilakukan dengan menggunakan benih generatif. Teknik budidaya benih dirinci dalam spesifikasinya. Beberapa aturan khusus pada perkebunan ditetapkan seperti tingkat naungan pohon kopi, pemeliharaan tanah, dan penggunaan pupuk kimia yang terbatas. Kopi Arabika Sumatera Simalungun hasil dari buah kopi merah yang dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang dibudidayakan di wilayah Simalungun. Berada pada ketinggian 900 hingga 1400 m di atas permukaan laut.

Awalnya, Kopi Arabika Sumatera Simalungun menghadapi kendala salah satunya adalah karena kualitas produk yang masih rendah. Faktor penentu kualitas kopi dipengaruhi oleh indikasi geografis asal kopi dan cara pengolahan kopi.

Setelah dilakukan banyak perbaikan dengan parameter karakteristik mutu berdasarkan SNI 01-2907-2008 dan sifat fisik meliputi bobot biji, warna dan hasil biji kopi. Hasilnya sangat menggembirakan dan terus membaik.

Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Kopi Arabika Sumatera Simalungun ditetapkan pada 20 Februari 2015 sebagai jenis kopi Arabika Indikasi Geografis oleh Kemenkumham Ri khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang mengelola hak-hak yang diberikan kepada warga negara atas reputasi dan menjaga kualitas, yang dalam hal ini adalah kopi Simalungun.

Proses Produksi

Kopi Arabika Simalungun Sumatera dihasilkan dari buah kopi gelondong merah yang dihasilkan dari tanaman kopi Arabika. Untuk memperoleh biji kopi hijau, buah kopi dicuci (proses basah), disortir, dihaluskan, difermentasi, direndam, dijemur, dipilah dan disimpan. Biji kopi merah dipetik dan diolah pada hari yang sama untuk menghasilkan Arabika Sumatera Simalungun yang spesial.

Produksi Kopi Arabika Sumatera Simalungun dari Sumatera Utara ini berupa biji kopi hijau kering, kopi sangrai, dan kopi bubuk. Pengolahan buah kopi merah menjadi biji kopi kering umumnya dilakukan langsung oleh petani.

Karakteristik Ciri-ciri Kopi Arabika Sumatera Simalungun

Biji Kopi kering (green bean single origin) atau biasa disebut Kopi Labu Kering dari jenis Kopi Arabika Sumatera Simalungun akan terlihat bernas mengkilap dengan warna hijau kebiruan berukuran kecil hingga medium serta kadar air maksimal 12 %.

Biji kopi Arabika Sumatera Simalungun disangrai dengan alat dan proses sederhana menggunakan kuali dengan tingkat suhu dan jangka waktu tertentu. Sebagian proses sangrai (roasting) dilakukan dengan mesin sangrai. Biji kopi hasil sangrai akan berwarna coklat sampai coklat tua dan siap untuk digiling menjadi bubuk kopi.

Aroma kopi yang segar akan semakin meruak ketika biji kopi Simalungun yang telah disangrai lalu dihaluskan menggunakan mesin giling kopi.

Kopi Arabika Sumatera Simalungun yang semakin terkenal dalam perdagangan kopi internasional memiliki aroma yang khas berupa aroma coklat kakao, tanah/bumi, asap, tembakau dan kayu-kayuan. Sedangkan ketika kopi Simalungun disajikan akan memiliki cita rasa yang khas, kualitas dan intensitas aroma yang tercampur dengan rasa yang sangat baik (excellent), terkadang dengan rasa fruity, lemon, floral, spicy, corn sweet, sweet, honeyed, bright acidity, low acidity, rasa yang kompleks, ringan, dengan keseimbangan yang baik.

Ciri-ciri Kopi Arabika Sumatera Simalungun yang khas dan spesial ini juga menarik perhatian Starbucks untuk dipasok oleh kopi yang terkenal di dunia ini.

Sumber Bacaan dan Foto Ciri-ciri Kopi Arabika Sumatera Simalungun yang Khas :
LAPORAN TAHUNAN DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL, KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI TAHUN 2019

Postingan populer dari blog ini

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam

Takaran Membuat Segelas Kopi Hitam Bila ingin mendapatkan segelas kopi yang nikmat rasanya, maka Anda harus memperhatikan takaran membuat segelas kopi hitam maupun yang Anda campur dengan gula atau susu. Soal rasa sebenarnya relatif. Ada juga yang mengonsumsi kopi disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Misalnya penderita maag, dianjurkan mengkonsumsi jenis kopi yang tingkat keasamannya lebih rendah. Maka sebelum kopi diseduh, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui tingkat keasaman kopi tersebut agar tidak berefek pada asam lambung. Sebelum memastikan secangkir kopi yang akan Anda seduh tersebut nikmat sesuai takaran, ada juga hal lain yang perlu diketahui sebagai rahasia kelezatan kopi, yakni: Pemilihan saat membeli, baca lebel dan keterangan yang ada di kemasan. Saat ini ada banyak perusahaan kopi yang membuat kopi dengan campuran bahan lainnya, saling bertanya dengan sesama pecinta kopi akan membantu Anda mendapatkan jenis kopi terbaik. Jangan berpikir kopi dengan

Jumlah Takaran, Cara Meracik dan Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah

Jumlah Takaran, Cara Membuat Kopi Hitam yang Enak dan Pas di Lidah Jumlah takaran, cara meracik dan membuat kopi hitam yang enak tentu saja dibutuhkan informasinya oleh Anda para pecinta kopi. Terutama buat Anda yang belum punya selera yang pas, atau mungkin jenuh dengan rasa yang Anda nikmati saat ini dan ingin kembali berpetualang menemukan rasa yang baru dalam menyeduh kopi. Jumlah komposisi kopi, air atau gula bagi yang menggunakan gula tentunya akan sangat mempengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Buat Anda pecinta kopi asli tanpa gula, jumlah air dan berapa gram kopi yang dicampurkan akan mempengaruhi tingkat kepahitan seduhan kopi. Bila terlalu banyak air biasanya akan hambar, namun bila terlalu sedikit pun rasa pahit akan begitu terasa. Terlebih lagi jika Anda membuatnya dengan air mendidih 100 derajat, kafein akan larut sempurna dan pahitnya akan begitu terasa. Oleh karena itulah, para pakar kopi dunia telah mencari tahu bagaimana takaran, cara meracik dan membuat kopi hit

Filosofi Kopi dan Gula

Filosofi Kopi dan Gula Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah? Gula lah yang di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit Kasus 2 Jika kopi terlalu manis Siapa yang disalahkan? Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis Kasus 3 Jika takaran kopi & gula balance Siapa yang di puji...? Tentu semua akan berkata... Kopinya mantaaap Kemana gula yang mempunyai andil Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap Filosofi Kopi dan Gula Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Filosofi Kopi dan